Titik Balik
Mungkin itu yang teman-teman rasakan ketika berada pada suatu keadaan dimana bosan melanda buat gundah gulana tak tau mau apa dan kemana. Alhasil, cari hiburan entah itu sekedar penawar rasa bosan atau candu buat mereka yang jenuh akan keadaan yang selalu memasung. Ya, entah itu hiburan yang "berfaedah atau unfaedah", begitulah kata anak-anak jaman sekarang hhe.
Yang sadar diri tentu dalam lingkungan yang positif yang lupa diri tentu dalam lingkungan yang negatif. Tapi bisa juga kan yang sadar diri sesekali bisa lupa diri, seperti roda yang berputar, seperti kemana angin berhembus, seperti daun yang tumbuh lalu berguguran. Ya, seperti itulah kita. Semua bisa bertingkah tergantung dimana nyaman dan senang berada, tapi di lain sisi nyaman dan senang tak selalu menunjukan jalan bagi si pemenang.
Beberapa dari entitas kita sudah merasakannya kan.. kamu juga? gimana? bikin senang? bikin manfaat? hhe ya rasain sendiri ya, kalian sendiri yang bisa menilai. Lebih baik menilai diri sendiri dulu kan daripada menilai orang lain. Kata khotib jum'atan hari ini sih gini "Orang bijak itu ya orang yang selalu bisa bercermin, menilai diri sendiri, "muhasabah" lah bahasa religiusnya sebelum menilai orang lain". Nah, kalau sekiranya masih buang-buang waktu belum terlambat kok buat berbenah, maafin lah ya namanya juga khilaf.
Merenung selama itu memancing tanya. Mengingat selama itu menghadirkan rasa. Memaafkan selama itu mengundang akrab. Menceritakan selama itu menimbulkan tawa. Menjalankan selama itu memberimu taqwa.
Intinya sekumpulan huruf ini sih buat self-reminder aja gan sis, terlebih buat saya sendiri hhe. Saya bukan orang baik, masih suka tertawa semena-mena, tapi orang yang berusaha menjadi lebih baik. Bukan orang sempurna, masih salah dalam kata dan etika, tapi mencoba jadi sempurna. Selayaknya singa yang memburu mangsa, berusaha memberi makan anaknya walaupun ia tahu penilaian manusia melihatnya sebagai hewan kejam nan selalu menikam.
Admit it!!
Haha iya tulisan ini juga mungkin hasil dari titik balik sendiri. Ya mungkin waktu-waktu lalu, saya mengalami bosan, salah, khilaf, dan bertemulah dengan titik balik. Jadi berbaik sangka ya teman jikalau nanti berjumpa titik balik, saya yakin perjumpaan ini pasti selalu bersifat megobati. Namanya juga titik balik, siapapun ketika berada suatu titik kemudian balik, ketika arah yang sebelumnya akan dituju salah atau malahan nyasar lalu berhenti dan kemudian sadar yang benar harus balik. Itulah titik balik. "Baik baik baik" kata ipin (Haa?).
Tidak ada kata terlambat kok selama nafas berhembus, matahari mengeksiskan diri dari timur ke barat, dan selama cewek selalu benar. Tenang.. semuanya belum terlambat kok haha. (Seketika lagu Opick terngiang-ngiang di pikiran), Tuhan selalu membuka pintunya kok, kalau ditutup ya lewat jendelanya haha. Yang penting, motivasi diri untuk menjadi lebih baik dan "berkarya" ya bagi sanak famili, kekasih, sahabat, teman kerja, lingkungan hidup dan negara, dunia dan seisi tata surya.
6/7/18
Deddy Perdana Bakti

Komentar
Posting Komentar