Sekitarku
Entah. Kebetulan apa tidak. Disekitarku lambat laun sering kutemui mereka para manusia yang masih berumur muda mendehului induknya kembali ke Yang Maha Kuasa.
Musababnya pun berbagai macam. Semua ada. Jika didalami, tentu ini bisa dijadikan sebagai pembelajaran buat kita, khususnya saya sendiri. Bahwa umur bisa berhenti kapan saja itu benar. Saya yang masih diberi kenikmatan waktu dan kesehatan raga sering kali jumawa dan lupa. Lupa untuk semakin hari semakin meningkatkan hubungan dengan Dia, Sang Pencipta.
Mungkin dua minggu lalu, paman saya harus kehilangan anak keduanya, laki-laki, lucu dan menggemaskan. Sang anak dibawa ke rumah sakit tepat setelah perayaan hari ulang tahunnya yang keenam. Semua tahu, semua kaget, semua tidak menduga. Yang jelas, saya bisa merasakan bagaimana rasanya kehilangan anak yang sedari kecil kita cintai dan rawat sepenuh hati. Tawanya, tangisnya, setiap jengkal dari ujung kaki sampai ujung kepala pastilah kita hafal lekuknya. Tubuh yang selalu ditimang-timang itu kini harus 'istirahat' dibawah sana.
Beberapa hari lalu, kabar duka tentu menyelimuti rakyat Indonesia tentang hilangnya anak Bapak Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Barat, di sungai Aree, Swiss. Sang Kasep, Eril, diduga terseret arus sungai dan belum ditemukan hingga sekarang. Mengagetkan memang. Ya, tapi itulah kehidupan. Selalu ada kemungkinan dan kenyataan. Semoga apapun akhirnya nanti, kita tetap berdo'a agar Kang Emil dan keluarga diberi kesabaran dan apapun kenyataannya, apapun, pastilah yang terbaik bagi Eril. Aamiin.

Komentar
Posting Komentar