Setelah Lima Bulan

Selesaikan apa yang kamu mulai walau tertunda atau terlupakan.

Tulisan ini adalah pelaksanaan dari tulisan yang saya buat tiga bulan lalu ketika putri kecil saya menginjak usia dua bulan.

Rencananya, saya ingin mengabadikan momen dengan menuliskan cerita-cerita kecil tentang tumbuh kembangnya. Namanya Nasya. Kadang dipanggil Asa, Naca, atau Caca. Kalau saya sih lebih suka Sya.

"Sya", panggil saya. Dia langsung mencari sumber suara dan memberikan respon. Kadang senyum, kadang diam memandang dengan bingung. Senyum kalau tidur atau susunya sudah tercukupi alias kenyang. Kalau diam dan pasang wajah sedikit cemberut tandanya dia ngantuk. Biasanya, tidak lama dia merengek minta digendong. Luar biasanya, dia merengek lagi minta digendong keluar rumah lihat pemandangan sekitar.

Lhoh, katanya ngantuk, Sya?

Hehe, nggak kok. Kalau dia minta keluar itu karena memang pada tahap ini penglihatannya mulai tajam pendengerannya mulai jelas. Hal itu diketahui dari aplikasi Asian Parent yang dipakai oleh bundanya. Jadi wajar kan kalau dia pingin melihat pemandangan yang berbeda. Bosen di rumah terus lihat kasur sama BRI Liga 1.

Boleh dong aku lihat bunga warna-warni. Lihat hijau dedaunan. Mendengar suara motor atau sekedar mendengar ayahnya ngobrol sendiri entah apa maksudnya. Mungkin begitu yang ada di benaknya.

Oh iya, selain itu ada alasan lain. Nasya sudah punya dua orang teman, pemirsah. Iya teman. Anak-anak tetangga kami yang umurnya kira-kira lima tahun. Waktu bermain mereka biasanya siang hari. Biasanya, Nasya diajak Eyang Ibu, panggilan nenek untuk ibu saya, ke depan rumah bermain sama mereka. Alhasil, kadang kala Nasya tau. Jam duabelasan waktunya keluar dengan mengeluarkan suara menggumam tanda dia ingin keluar bermain.

Oke, nak. Kenalah dunia luar. Kenalah alam dan manusia.

Komentar

Postingan Populer