Setelah Enam Bulan
Dimulai dari dua, melompat ke lima, dan sekarang urut lagi. Artikel enam bulan. Nasya setelah enam bulan.
Pada bulan ini, tentu banyak perkembangan yang dialami oleh Nasya. Menginjak enam bulan, artinya Nasya sudah bisa mencoba MP-ASI (Makanan Pendamping Air Susu Ibu).
Bundanya Nasya sangat excited akan hal ini. Jauh sebelum hari Nasya berumur enam bulan. Sudaj dipersiapkannya banyak hal-hal penting.
Pertama, cek ke DSA. Momen untuk memastikan bahwa tumbuh kembangnya sudah baik. Selain itu, untuk memastikan atau konsultasi dulu sebelum menginjak tahap MP-ASI.
Ya, walaupun kami berdua merasa khawatir karena adanya anjuran dari dokter untuk mengejar berat badan sesuai dengan grafik pada buku pink. Cukup kaget sebetulnya. Melihat dari hasil cek di Posyandu, berat badannya sesuai dengan grafik.
Tapi alhamdulillah lambat laun bisa kami atasi kegalauan tersebut.
Kedua, mempelajari resep masakan MP-ASI. Dimulai dari nasi campur hati ayam, nasi campur keju, nasi dengan ayam, dll. Tidak lupa aneka macam bubur bayi dengan berbagai pilihan rasa.
Syukurnya, Nasya doyan-doyan aja. Walau saya yang lihat agak pesimis akan nafsu makan dengan olahan-olahan tersebut. Justru, yang belum disukai adalah satu dari jenis buah-buahan. Ialah pepaya. Memang sih, Sya. Pepaya emang mempunyai rasa yang agak aneh kalau pertama mencobanya. Sebaliknya, buah yang ia suka sementara ini adalah pisang.
Oke deh, dari semua tadi kita coba dikit-dikit aja ya.
Nah, bagian yang paling mengesankan dan memorable saat enam bulan ini adalah pertama kalinya Nasya melihat pantai. Momen ini juga sudah saya abadikan di postingan Instagram saya.
Kalau dilihat dari fotonya, ia nampak menikmati. Entah apa yang sudah bisa ia nikmati. Apakah ombak yang saling datang bersahutan menyapanya. Apakah suara desir ombaknya yang terasa baru bagi telinga kecilnya. Apakah angin lembut yang menyentuh dengan sopan kulit halusnya. Atau suara burung berkicau yang mencoba mengajaknya berbicara. Atau malah, semua hal tadi secara kompak menghampiri, mengajak berkenalan dengan jiwa kecilnya.
Kapan-kapan kita jalan-jalan lagi ya, Sya? Kemana-mana biar Nasya punya banyak teman baru yang tulus bagai air, angin, dan suara.

Komentar
Posting Komentar