Setelah Sepuluh Bulan
Setelah 10 bulan, tepatnya setelah hari Natal dan sebelum tahun baru tahun 2023.
Pada catatan bulanan ini, aku belajar satu hal penting. Ia yang disebut dengan sehat. Sejak dari dulu sehat emang penting. Permasalahannya, kita sering kali tak menyadari nikmat luar biasa ini. Ketika sehat sering kali kita lupa bersyukur.
Pelajaran ini saya peroleh ketika Nasya sakit. Dimulai dari batuk, pilek, dan terakhir demam tinggi yang nampaknya sudah masuk ke gejala Roseola atau Gabaken kalau orang tua bilang.
Roseola bisa dikatakan sebelas dua belas dengan campak. Oke deh, kalau masih belum tau campak. Intinya anak yang terkena sakit ini akan mengalami demam naik turun selama 3-4 hari. kemudian muncul ruam merah di sekitar tubuh. Beruntungnya, setelah demam sembuh, ruam yang muncul di sekitar Nasya tidak terlalu parah.
Waktu melewati hari-hari itu, kita berdua bukan main khawatirnya. Setiap saat cek suhu Nasya pakai termometer, setelah itu memberinya paracetamol, memberinya obat sirop batuk dan pilek. Puncak stresnya disaat kami memberi obat lalu dimuntahkan kembali karena mungkin dia "marah". Seakan membutuhkan kepastian, kami memutuskan untuk cek lab medis Nasya. Jaga-jaga kalau DB. Setelah dicek ternyata normal semua. Setelah itu seperti diberi keajabain, demam turun dan stabil.
Alhamdulillah..
Sebetulnya ketika Nasya sakit, saya pribadi selalu kepikiran. Lebih ke harap-harap cemas, sih. Rasanya seperti ingin menggadaikan apa saja asal Nasya sehat. Udah itu aja mintanya, sehat.
Alhasil, paska kejadian tersebut, sudut pikir saya tentang sehat itu betul-betul berubah, sehat itu bernilai tinggi. Apalagi dilihat dari pandangan sekarang - pandangan orang tua.
Saya akhirnya mengerti kenapa nenek saya sering menanyakan kesehatan anak cucunya ketika sedang dalam telephone atau ketika saya baru pulang menjenguk ortu di Pekalongan. Bukan, pertanyaan itu bukan basa-basi ternyata. Pertanyaan yang jawabannya mempunyai makna mendalam bagi hari-hari mereka. Jawaban yang akan mempengaruhi kondisi batin dan pikiran mereka walau pandai disembunyikan. Nenek atau orang tua saya tau perasaan tenang dibalik kata sehat. Mereka tau segitu patah hatinya dibalik kata sakit atau tidak sehat.

Komentar
Posting Komentar