5 Persiapan Penting Bagi Calon Ayah Baru



Jika dalam manga One Piece, kita mengenal yang namanya dunia baru, sebuah tempat dimana orang-orang yang akan memulai generasi baru berkumpul untuk berlomba-lomba menjadi raja bajak laut. Maka, dalam dunia nyata, menjadi orang tua adalah layaknya memasuki dunia baru yang dimana manusia akan memulai kehidupan barunya dengan generasi baru, alias anak mereka.

Dalam menghadapi hal baru ini, pastilah ada yang harus disiapkan dan pastilah akan ada perubahan. Sejauh ini, mungkin sudah banyak informasi tentang persiapan menjadi orang tua yang bertebaran diberbagai media, terutama untuk sang ibu. Informasi yang memberikan kiat-kiat dari awal kehamilan sampai melahirkan seorang bayi. Dari pilihan makanan bergizi, tanda-tanda kesehatan bayi, sampai perlengkapan yang harus disiapkan menyambut sang buah hati.

Di sisi lain, seorang calon ayah sepertinya kurang tanggap kalau untuk urusan beginian. Seperti nalurinya, seorang laki-laki menganggap hal yang berurusan dengan rumah tangga itu masih menjadi semacam hal biasa. Persiapan mencari perlengkapan bayi dengan segala pernak-perniknya, merencanakan proses kelahirannya, sampai urusan perbedaan nama-nama pakaian dan perlengkapan bayi pun luput diperajarinya.

Wajar saja, kita sebagai lelaki memang dikenal tidak peka. Untuk urusan berat badan pacar saja kita kadang menganggapnya sama saja. Padahal, itu kan permasalahan perempuan yang sangat penting melebihi perang dunia ketiga.

Daripada bingung dan shock ketika kalian para calon ayah menyambut anak bayinya, disini saya akan memberikan gambaran tentang persiapan atau perubahan yang akan terjadi ketika menjadi ayah baru yang tentunya bisa kalian antisipasi agar menjadi ayah siaga yang sebenarnya.

1. Rencanakan Kelahiran

Berbicara tentang biaya pastinya akan sensitive, tapi hal ini akan lebih bijak dipersiapkan sesuai dengan kemampuan kamu calon ayah baru. Memang, biaya melahirkan tidak begitu besar jika kalian merencanakan lahiran normal di klinik bidan atau puskesmas. Biaya melahirkan di fasilitas kesehatan tersebut masih tergolong normal. Ya, 1 – 2 jutaan.

Tetapi, tidak ada yang bisa menjamin bahwa suatu kelahiran akan berjalan normal, maksud saya bisa saja melalui operasi Sectio Caesaria (SC), atau yang kita kenal dengan operasi sesar. Ya, operasi dengan cara membedah perut sang ibu ini biasanya dilakukan ketika proses kelahiran menemui masalah sehingga tidak memungkinkan untuk lahiran dengan cara normal.

Sebagai informasi saja. Untuk melakukan operasi sesar di rumah sakit itu membutuhkan biaya yang tidak sedikit ya, kecuali nasib bayi kamu seperti bayi Rayanza Nagita Slavina atau bayi Ameena Atta Aurel. Biaya operasi sesar dengan mandiri atau tidak pakai BPJS itu bisa sampai 15 – 20 jutaan tergantung tempat. Kalau kamu sulthan, ya monggo.

Nah, jika kamu adalah tipe orang yang masih melihat bandrol harga untuk membeli sebuah baju dan mau berjaga-jaga akan membengkaknya biaya karena ternyata sang istri bisanya sesar, maka mengurus dan ikut kepesertaan BPJS adalah solusinya.

Syaratnya bisa dibilang cukup mudah, cukup siapkan KK, KTP dan dokumen lain seperti kepengurusan administrasi seperti biasa. Dan jangan lupa untuk membayar biaya iurannya. Maka dengan cara yang mungkin agak ribet diawal ini akan menyelamatkanmu dari biaya lahiran yang ‘mentung’.

2.  Periksa USG

Kalian laki-laki pasti sudah pernah dengar kan kata USG? Tapi ya hanya sekedar masuk telinga kanan dan keluar telinga kiri, bukan? Mungkin karena kata-kata itu belum memiliki kepentingan dengan kamu waktu itu. Sekarang, ketika sudah akan menjadi orang tua, hal tersebut haruslah kamu jadikan prioritas utama.

Periksa USG (Ultrasonografi) adalah pemeriksaan dengan menggunakan gelombang suara berfrekuensi tinggi. Dengan menggunakan teknik ini, maka kesehatan dari kondisi janin, mendeteksi penyakit, detak jantung, sampai ke Hari Perkiraan Lahir (HPL) bisa dideteksi sejak dini. Umumnya, USG yang dipakai dibanyak faskes adalah USG jenis 2D.

Nah, yang paling penting, cek USG ini bisa kamu manfaatkan untuk mengetahui jenis kelamin atau jumlah bayi kamu sebelum lahir. Ya, walaupun ada beberapa kasus bayi yang mengalami perubahan kelamin setelah dicek USG. Saran saya, periksalah calon bayi anda ketika memasuki usia 32 minggu. Umur kandungan seusia ini dinilai adalah usia yang dianggap pas, belum kebesaran dan tidak kekecilan. Apalagi jika mampu periksa dengan USG jenis 4D yang bisa menampilkan gambaran bayi dengan lebih jelas dari wajah sampai kelaminnya.

3. Nama Bayi

Oke, setelah kamu tau jenis kelaminnya. Sekarang calon ayah harus rajin-rajin cari referensi nama bayi, nih. Saya kasih tau saja, persaingan nama-nama sekarang soalnya sudah sengit, bung. Kamu tidak kaget kan kalau nama-nama anak sekarang lebih panjang dan estetik. Hal ini pastinya sudah kamu ketahui di lingkungan keluarga besar atau tetangga kamu. Semakin mudahnya informasi beredar dan semakin besarnya kebebasan perpikir digaungkan, hal ini juga berpengaruh pada pemilihan nama seseorang, lho.

Apalagi, jika sang calon ayah adalah si idealis yang memilih nama yang beda dari yang lain dengan arti yang tetap bersahaja atau sang calon ayah adalah tipe anak indie atau senja yang kagum akan sore dan perjuangan.

Pemberian nama ternyata gampang-gampang susah. Pemilihan nama juga berkembang seiring perubahan zaman. Kamu tidak mau kan kalau suatu saat anak kamu diejek oleh teman-temannya karena menggunakan kata yang tidak ‘moderat’. Kata panggilan yang akan dibawa seumur hidup oleh sang anak tentunya tidaklah sembarangan. Unsur ini mengandung do’a, harapan, bahkan kesan yang akan diterima oleh teman atau orang-orang yang akan mengenalnya nanti.

Lebih cepat lebih baik. Biar nama lebih maksimal. Jadi persiapkan nama sejak bayi sejak dini, ya.

4.  Perlengkapan Bayi

Sekarang, saatnya persiapkan pakaian dan perlengkapannya. Dengan prediksi yang sudah diketahui, maka kamu tidak akan salah lagi memilih baju bayi cewek untuk bayi cowok. Jadi tidak akan kejadian bayi cowok kamu dipakaikan baju yang serba pink, ya.

Tahap pertama, waktu lahiran. Pada waktu ini perlengkapan yang harus kamu siapkan untuk dedek bayi antara lain pampers, kendi, under pad, perlak, dan sapu tangan hiegenis. Biasanya perlengkapan ini dipakai ketika bayi baru lahir. Tapi tenang saja, biasanya dari fasilitas kesehatan tempat calon ayah pilih sudah menyediakan semua ini. Tapi, tidak ada salahnya bagi calon ayah untuk mempersiapkannya.

Kedua, setelah lahiran. Pada umur ini, sang ayah harus ikut membantu menyiapkan baju-baju ganti  bayinya, antara lain popok, baju, kain gedong, perlak kain. Ini memang sedikit tricky, bedakan popok dengan pampers ya. Popok itu bahannya kain berwarna warni biasanya ada talinya, sekali kena ompol ganti, sedangkan pampers itu yang bisa untuk menampung ompol si kecil sehingga bisa dipakaikan dalam waktu yang lebih lama.

Perlengkapan diatas akan lebih bagus jika dikemas dan ditata sebaik mungkin sesuai dengan keperluan dan kegunaannya. Jadi ketika butuh sedangkan sang istri masih repot pemulihan pasca melahirkan, maka kamu, sang calon ayah, tidak akan bingung dan repot dalam mengambilnya.

5. Begadang

Jika dalam gim petualangan selalu ada bos terakhirnya. Maka, begadang ini adalah momok itu bagi ayah baru dengan dunia barunya. Mungkin bagi kita yang betah begadang main ML, Mobile Legends maksudnya, streaming Netflix, Youtube, atau nonton bola adalah hal yang sudah menjadi hobi. Tapi untuk begadang karena tangisan bayi tentu beda cerita.

Rengekan bayi yang tidak mau berhenti-henti walaupun sudah disusui akan membuat kalian para ayah dan ibu baru menjadi stress apabila tidak kompak dan sabar dalam menghadapinya. Lebih menakutkan daripada lose streak rank di Mobile Legends ketika begadang. Belum lagi jika sang bayi sudah tertidur ditimang-timang, lalu mau diletakan di ranjang. Eh, malah menangis lagi. Jadi ingat pepatah mama pernah bilang, “meletakan bayi tidur ke ranjang itu seperti membawa bom”. Bisa Meletus tiba-tiba seperti bom milik marine kalau di dunia barunya One Piece.

Hilang bintang di Mobile Legends bisa kita cari lagi esok hari sedangkan emosi dengan rengekan bayi yang tiada henti malah akan menimbulkan masalah baru dengan kamu dan istri.

Jika kamu ingin menjadi ayah yang baik, tentu kamu akan menemani sang istri untuk berjuang menghadapi dunia yang terbalik ini. Faktanya, kalian yang sudah resmi menjadi bapak ibu. Proses persalinan yang sudah dilalui tentunya bukanlah akhir perjuangan. Bisa dikatakan inilah awal perjuangan sebagai orang tua yang akan merawat dan membesarkan buah hatinya.

Maka, persiapan fisik dan batin sangatlah penting. Bagi kamu calon ayah yang bekerja, usahakan untuk bisa mengambil cuti selama minimal tiga hari untuk fulltime 24 jam menemani istri begadang. Syukur-syukur kalau bos kamu baik bisa cuti seminggu atau lebih itu akan lebih baik.

Yakinkan dalam hati, bahwa begadang ini tidak akan berlangsung lama dan semuanya juga demi kebaikan sang buah hati.

Sebagai penutup, sebagian besar orang akan menjadi orang tua dengan caranya sendiri-sendiri. Memang, banyak narasi tentang kerepotan mempunyai anak yang banyak digaungkan sampai sempat rame di jagad maya akan pro dan kontra tentang free-child. Untuk hal itu, saya sih kembalikan ke pribadi masing-masing. Yang jelas, bagi saya yang baru menjadi ayah selang beberapa hari ini, capek dalam mengurus anak bayi itu tidak sebanding dengan ketika kita melihat anak bayi kita sehat dan tersenyum. Rasanya senang aja, ngangeni dan bikin adem.

Komentar

Postingan Populer