Canva, Solusi Platform Desain Grafis Mudah di Era Hustle Culture
Biasanya,
orang-orang yang menjadi korban untuk membuat desain oleh ‘keleluasaan’ atasan ini adalah karyawan yang bekerja sebagai admin
atau operasional atau korban dari. Eits, tapi jangan salah. Sebaliknya, mungkin
para pimpinan atau bos perusahaan juga sering kali membutuhkan platform desain yang
mudah untuk bisa mempersiapkan slide presentasi, poster, pengumuman atau bahkan
kartu ucapan dengan efisien.
Tetapi, janganlah
khawatir. Sebetulnya, pada zaman yang sangat maju secara teknologi ini,
terdapat banyak platform desain grafis online yang bisa digunakan untuk
mendesain suatu gambar. Tenang saja, tidak perlu mempunyai skill desain
yang bagus kok untuk bisa menggunakannya.
Salah satu yang
familiar dan sering dipakai untuk mendesain secara instan adalah platform
desain online Canva.
Saya pribadi,
sekarang memilih Canva sebagai platform desain online yang ‘recommended’
karena kemudahan yang diusung. Caranya simple, klik-klik, geser, tarik,
cari letak yang pas, pilih objek dan warna, jadi. Walaupun bukan orang desain,
asal mengerti konsep komputer saja, orang yang tidak lihai desain pun pasti
akan langsung bisa memanfaatkannya. Dari segi kelebihan maupun kekurangan, jika
dibandingkan dengan platfrom desain online lainnya, Canva tetaplah yang
bersahabat dengan selera orang Indonesia. Itu menurut saya.
Mari coba kita
jabarkan.
Untuk papan
persaingan pada platform desain online ini, terdapat beberapa nama
selain Canva. Nama-nama tadi antara lain Figma, Fotor, Adobe Express (dulu
Adobe Spark), sampai Picsart. Figma tentu saja berbeda level. Dia diciptakan
dengan lebih serius. Figma biasa digunakan untuk prototype desain pada
UI/UX sebuah website. Jadi tak heran, kalau platform desain satu ini juga agak
berat dijalankan. Kalau Picsart, skip aja.
Selanjutnya, Canva,
Fotor, dan Adobe Express adalah mereka yang berada satu level dengan Canva.
Sebelum membandingkan ketiganya dari segi user experience. Disini saya
akan memberikan gambaran dari perbedaan antara ketiganya dari segi user
interface dulu. Bisa klik link berikut.
Dari ketiga desain
tatap muka diatas, Canva, Fotor, dan Adobe Express tidak ada banyak perbedaan.
Kalau kalian tipe minimalis, mungkin UI dari Adobe akan menarik, tapi hanya itu
saja kelebihannya selain nama besar Adobe. Di sisi lain, kalau kalian penyuka
warna biru dan mencari platform desain online yang mudah dipahami, tentu Canva
menjadi favorit karena tersedia pilihan Bahasa Indonesia, yang lain setau saya
tidak ada. Untuk Fotor saya rasa biasa saja. Eh, ada lagi deng kelebihannya,
Fotor ini mempunyai fitur-fitur yang bisa memoles kecantikan atau ketampanan
foto kita. Ya, kurang lebih seperti kamera hape Opo atau Pipo gitu.
Lha bagaimana
tidak?
Terdapat fitur
‘dandan’ di Fotor seperti photo shape dan teeth withening, jee.
Bagi para penyuka kamera jahat, pasti akan cocok, hehe.
Selain itu, ketiga
platform ini sama-sama mempunyai konsep web app. Oh iya, web app
dan website itu berbeda, ya. Website itu biasanya hanya
menampilkan informasi saja, sedangkan web app selain menampilkan
informasi tetapi kita juga bisa untuk merubah database atau melakukan
komunikasi dengan penyedia layanan tersebut.
Jadi, kamu bisa menggunakannya dengan hanya sekali klik alamat
websitenya, login, edit seusai keinginan, lalu simpan. Tidak
perlu download dan install dulu macam Corel Draw atau Adobe Photoshop.
Kesuwen, lek.
Belum lagi kalau
ternyata setelah kita install, laptop atau PC kita tidak mendukung speknya,
malah jadi lemot. Ditambah masih harus cari
crack-nya biar gak terdeksi bajakan atau matiin koneksi internet
sejenak.
Wah, tambah repot.
Saya tidak merendahkan Corel Draw atau Adobe Photoshop. Tools itu dipakai oleh
para pro designer. Ini kita mau bahas platform yang menjunjung tinggi
fungsi, kemudahan, dan efektifitasnya. Jadi fokus Canva aja.
Oke, lanjut lagi.
Berdasarkan
pengalaman saya, Canva itu sangat ramah dengan selera dan budaya kerja di
Indonesia. Pertama, Canva itu ringan dijalankan dengan catatan koneksi internet
bagus. Kedua, Canva menyediakan banyak template untuk membuat suatu desain dari
berbagai jenis. Canva menyediakan template desain sesuai dengan kebutuhan
usernya, dari feed Instagram, kartu ucapan, logo, poster, pengumuman, sampai
CV juga disediakan disini.
Bagaimana?
Indonesia banget, kan?
Canva seakan
mengerti. Rakyat Indonesia itu walau dengan sumber daya yang terbatas, laptop
dengan spek pas-pasan misalnya, tetapi tetap ingin mendapatkan banyak
keuntungan. Plus, menjunjung tinggi salah satu isi sumpah pemuda dengan adanya
pilihan Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.
Sebelumnya, awal
saya menggunakan Canva adalah ketika dimintai tolong teman saya untuk
membuatkannya CV untuk melamar kerja. Merasa malas membuka Corel Draw atau Ms.
Word, maka ketemulah saya dengan Canva.
Klik, klik, klik.
Alhasil, saya baru
tau, ternyata ada platform yang menyediakan template CV dan kita hanya perlu
mengisi kolom-kolomnya dengan kebutuhan kita. Tapi disitu saya belum tertarik
akan Canva. Sebab, adanya template yang sudah disediakan, menurut saya, sangatlah
membatasi kreatifitas. Tidak ada seninya. Seni itu bebas, hehe. Harap dimengerti,
waktu itu saya hanya berniat untuk membantu teman saja. Jadi tidak sempat untuk
mengulik fitur dan kegunaan lainnya.
Nah, karena tuntutan kerja, kira-kira sudah setengah tahun ini saya rutin menggunakan platform desain dari Australia ini untuk menunjang pekerjaan saya, terlebih untuk pekerjaan yang masuk dalam dunia perdesainan. Alasannya, karena desain yang saya buat tidak dituntut bagus banget dan lebih efisien dalam penyelesaian jobdesk, jadi saya pakai Canva. Efeknya, saya jadi tau beberapa kelebihan yang akan saya jabarkan dibawah ini terutama bagi kamu yang belum pernah mencobanya.
Pilihan Template
& Layout Sesuai Kebutuhan
Pada hari-hari
peringatan, biasanya para instansi atau pelaku usaha sering memasang gambar
sebagai tanda simpati dan empati. Misalkan hari ibu, pasti aka nada template
yang tersedia di Canva. Alhasil, kalau kita perlu itu, tinggal pakai saja dan
diganti kata-katanya sesuai apa yang tempat kerja kalian mau.
Selain itu, Canva
menyediakan layout sesuai dengan kebutuhan user. Misalkan, apabila kita klik
buat desain feed Instagram, maka yang akan muncul adalah layout kosong dengan
ukuran 1080 x 1080 sesuai dengan ukuran feed Instagram. Jadi kita tidak
perlu repot-repot setting dulu. Begitupun dengan CV, Canva akan menyediakan
layout CV berukuran A4, kartu ucapan yang dominan lebih besar panjang dari pada lebarnya, dan
sebagainya.
Garis Presisi Tata
Letak Objek
Kedua, pada saat
menata tata letak suatu objek pada halaman desain. User akan diberikan garis
atau pemeberitahuan ketika gambar sudah presisi pada sisi-sisi layout atau
objek sudah terletak tepat ditengah halaman. Jika dibandingkan dengan Corel
Draw atau Photoshop, memang mereka lebih unggul secara terperinci dalam
menentukan tata letak. Tetapi untuk tampilan web app minimalis seperti Canva yang
memberikan tanda presisi otomatis seperti itu, saya rasa ini sangat membantu.
Begini https://ibb.co/qJX0Hwr maksud saya.
Sebetulnya, untuk
Fotor dan Adobe juga ada garis tanda apabila objek terletak ditengah persis
suatu halaman desain, tetapi untuk garis margin atas, bawah, dan samping agar
tata letak lebih presisi seperti contoh dari Canva diatas, kedua platform tadi
belum ada.
Penyimpanan Cloud
Dengan sistem
penyimpanan cloud yang bisa memudahkan pengguna untuk bisa membuka kapan saja
dan dimana saja walupun tidak membawa laptop atau PC. Hanya log-in saja lewat
sembarang device atau gadget, maka kamu sudah bisa mengakses desainmu lagi jika
tiba-tiba dibutuhkan. Ya, ini memang keunggulan dari sistem yang sudah berbasis
online, sih. Tapi untuk segi penyimpanan ke device atau gadget kita pun, canva
menyediakan berbagai pilihan format beserta ukuran filenya sebelum kita
download.
Kemudahan Akses
Selain tersedia
dalam bentuk Web App, Canva dan Fotor juga tersedia dalam versi mobile
sedangkan Adobe Express (Spark) belum ada. Mungkin, Adobe lebih mengutamakan
produk yang lain dalam hal kompetisi di platform mobile.
Artinya, selain
bisa diakses menggunakan laptop atau PC, Canva dan Fotor juga bisa diakses
lewat Hape. Hal ini tentunya semakin memberikan kemudahan kepada mereka yang
ingin membuat gambar saat kondisi dan situasi repot.
Misal, disaat
sedang perjalanan di mobil mau liburan, tiba-tiba atasan menghubungi untuk dibuatkan
desain akan suatu keperluan, atas prinsip hustle culture, kita tetap mau
mengerjakannya. Mengakses Canva lewat hape akan sangat membantu. Terlebih
dengan adanya sistem penyimpanan cloud, kita hanya perlu login ke akun
yang biasa kita gunakan untuk mendesain di Canva saja. Akan beruntung lagi,
jika sebelumnya kita sudah simpan beberapa template desain yang sama dengan
permintaan bos tadi, tinggal klik-klik, ganti isi konten atau narasinya. Lalu
selesai, deh.
Tapi menurut saya,
untuk urusan membuat desain tentunya akan lebih maksimal jika kita menggunakan
laptop atau PC. Alasannya, ukuran objek, pengaturan tata letak, rincian warna
akan lebih bagus jika dilihat dari layar yang lebih besar.
Biaya Langganan
Premium
Membahas sebuah content
creator tools pastilah tidak jauh dari kata berlangganan atau premium.
Memang, mereka menyediakan versi gratisnya agar bisa diakses oleh banyak orang
dan sebagai langkah trial atau promoting by doing. Setelah kita
mendapatkan manfaat banyak, pasti kita ingin mendapatkan manfaat yang lebih.
Sayangnya, penggunaan tools tadi dengan gratis dibarengi dengan adanya
keterbatasan dalam mengakses fitur-fiturnya.
Pada Canva, ketika
kita memakainya secara gratis maka kita belum mendapatkan akses untuk bisa
menghapus latar belakang gambar, lebih banyak elemen gambar, sampai perencaan
konten. Saya belum tau kalau Fotor atau Adobe Express seperti apa
peningkatannya. Yang jelas, dari segi biaya upgrade, Canva yang paling
murah.
Berdasarkan
informasi dari websitenya, biaya upgrade akun Canva ke pro dibandrol dengan
harga 4,48 US$/bulan dan sekitar 53 US$/tahun. Sedangkan Fotor Pro Plus, 7,5
US$/bulan dan 89,99 US$/tahun. Terakhir, Adobe Express, 9,99 US$/bulan dan
99,99 US$/tahun. Dari perbandingan tadi tentulah kita bisa menyimpulkan Canva
yang paling murah. Dan lagi-lagi, Indonesia banget, bukan?
Kesimpulan
Desain konten memang
menjadi sangat penting pada era digital sekarang ini. Para pekerja haruslah
siap untuk bisa menyesuaikan kemampuan diri pada tuntutan zaman. Kamajuan
teknologi yang menawarkan kemudahan dalam bentuk desain grafis online pun bisa
menjadi alat utama dalam perekonomian. Dimulai dari IRT yang punya olshop,
admin olshop, staff operasional, , sampai ke atasan yang super sibuk pun akan
terbantu dengan adanya tool desain yang memberikan kemudahan tersebut.
Bukan tentang kesempurnaan konten yang dihasilkan, melainkan tentang bagaimana
konten tersebut dibuat dengan kemudahan, fungsional, dan sampai pesannya kepada
orang lain.

Komentar
Posting Komentar